Jumat, 10 April 2009

Sejarah Singkat Kesusateraan Inggris Kuno


Sejarah Singkat Kesusateraan Inggris Kuno

Penduduk asli kepualauan Inggris adalah suku bangsa Kelt. Mereka tergolong masih primitif dan bahasa mereka adalah bahasa Kelt yang sama sekali berbeda dengan bahasa Inggris. 50 tahun pasca masehi, Romawi menduduki Inggris secara permanen dan Inggris dijadikan sebagai provinsi kekaisaran Romawi. Pada tahun 410 M tentara Romawi ditarik mundur untuk selama-lamanya.
Orang Kelt yang biasa mendapat perlindungan dari tentara Romawi tidak mampu mempertahankan diri terhadap suku-suku Germanik yang mulai menyerbu kepulauan Inggris. Suku bangsa ini adalah Jutes, Angles dan Saxons yang berasal dari daerah Jerman. Mereka inilah nenek moyang orang Inggris sekarang. Bahasa mereka adalah bahasa Anglo-Saxons kemudian berkembang menjadi bahasa Inggris Pertengahan (±1100-1500 M) dan akhirnya bahasa Inggris modern (±1500-sekarang)
Kejadian penting sesudah suku-suku bangsa Germanik menetap adalah masuk dan tersebarnya agama Kristen pada akhir abad 6 M. biara-biara di dirikan sebagai pusat ilmu pengetahuan. Pada zaman itulah kesusasteraan Inggris yang sebelumnya merupakan sastra lisan mulai dituliskan.

Puisi

Kesusateraan Inggris kuno dibagi dalam dua golongan, pertama ialah kesusateraan yang dibawa oleh suku Germanik dari negeri asalnya di continent Eropa dan yang lama berbentuk lisan. Golongan kedua ialah kesusasteraan yang diciptakan sesudah suku-suku itu menetap. Karya-karya kedua golongan ini tersimpan hingga sekarang dalam bentuk tulisan berkat masuknya agama Kristen. Para biarawanlah yang mengumpulkan dan menulis hasil-hasil kesusateraan itu. Karena itu, golongan ini tidak lepas dari pengaruh Kristen, terlebih pada golongan kedua, yang pertama masih menunjukkan unsur paganisme yang kuat.
Karya terbesar kesusateraan inggris kuno adalah “Beowulf”. Karya tersebut berupa sajak yang terdiri dari 3000 baris dan termasuk cerita rakyat yang berupa cerita kepahlawanan. Seorang pahlawan itu bernama Beowulf yang mengalahkan makhluk raksasa penghuni rawa-rawa pantai yang bernama Grendel yang telah membuat tidak aman negeri Raja Hrothgar. Bertahun-tahun kemudian Beowulf terbunuh oleh seekor naga bernapas api karena menyelamatkan negerinya.
Sajak-sajak lain adalah “The Battle of Maldon dan The Battle of Brunan Burgh” yang menceritakan pengalaman patriotis dalam pertempuran, entah kalah atau menang. “The Sea Farer” adalah monolog yang menceritakan bahaya dilautan. “The Ruin” adalah berupakumpulan sajak yang menceritakan reruntuhan sebuah kota yang dahulu pernah makmur. “Deor” mengisahkan tentang penyanyi (Minstrel) yang bertahun-tahun menghamba pada tuannya dan setelah tua diganti dengan yang muda, namun Ia tidak kecewa karena itulah hidup. “Deor” adalah sajak Anglo-Saxons yang paling humanis.
Kebanyakan, puisi orang Germanik bernada serius dan muram. Peka terhadap alam, keyakinan akan “Wyrd”/nasib dan penonjolan segi kejantanan dan kesetiaan.
Lebih dari separuh puisi Anglo-Saxons adalah puisi keagamaan, terjemahan dari kitab perjanjian lama dan baru, kisah orang suci, dan sajak-sajak kebaktian. Sajak-sajak yang paling utama adalah sajak dari Northumbria dan Mercia pada abad 7 dan 8 masehi.
Penyair Inggris kuno yang pertama dikenal adalah Cadmon, penghuni biara Whitby. Kisah tentang bagaimana ia memperoleh kemampuan bersyair dapat ditemukan dalam tulisan Bede. Dialah penulis dan sarjana Northumbria abad 7 SM. Karya terbesar Cadmon adalah “Paraphrase” yang berisi cerita “Genesis, Exodus dan Daniel”. Abad 8, penyair dari Anglia bernama Cynewulf. Dia adalah orang pertama yang menuliskan namanya pada karya yang dibuat. Karyanya adalah “The Christ, Juliana, The Faste of The Apostle dan Elene”.
Pada akhir abad ke 8 orang Skandinavia menyerbu daerah pantai Inggris dan menghancurkan Northumbria. Semua hasil kebudayaan musnah, yang tertinggal hanya fragmen-fragmen beberapa karya. Karya warisan yang tersimpan sekarang adalah hasil terjemahan oleh para sarjana Raja Alfred dalam dialek West Saxons. Dengan berakhirnya Northumbria, berakhir pula puisi Anglo-Saxons. Tetapi tampil era baru yaitu prosa dari Raja Alfred, West Saxons atau Wessex.

Prosa

Raja Alfred memeritah antara tahun 871-901 M. Raja Alfred belajar bahasa latin pada usia yang telah lanjut. Beliau menyuruh para sarjana menterjemahkan buku dan buku yang pertama diterjemahkan adalah “Pastoral Care” karya Paus Gregorius. Alfred menterjemahkan “Eclesiastical History of English People” karangan Bede. Alfred juga menyuruh mencatat kejadian penting yang terjadi dan catatan ini diteruskan hingga 200 tahun setelah Raja Alfred meninggal. Catatan ini disebut “Anglo-Saxons Chronicle” yang berupa prosa awal Inggris. Juga “Universal History and Geography” karya Orosius dan “Consolation of Philosophy” karya Boethius.
Raja Alfred adalah peletak batu pertama prosa Inggris dan kemudian diteruskan oleh Aelfric dan Wulfstan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Yang Anda Baca Belum Seutuhnya Semperna